| Kank Hari Asean HRD Motivator |
“Jika salah satu dari kalian melihat sesuatu yang
mengagumkan dari saudaranya atau dirinya sendiri atau harta nya maka mintalah keberkahan dari Allah. Karena seseungguhnya mata
adalah benar”. HR Ahmad : 15740
Target individual , beban kerja pegawai, key performance indikator
(KPI) dan sasaran kinerja pegawai sering dijadikan alasan bahwa pekerjaan
terfokus pada individual. Namun bagi seorang muslim hablum minannas ( Human
relationship skill) adalah ukuran mutlak
dari keberhasilan ritual ibadah. Lihat saja kaitan iman dan amal shale, shalat dan zakat, puasa dan takwa serta haji
dan perbutan mulia merupakan indikator seorang mukmin tidak hanya boleh
mementingkan ibadahnya ritual saja melainkan harus menjadi rahmatan lil alamin
, memberikan kotribusi postif kepada lingkungan alam sekitar dengan kasih.
Jika anda bekerja hanya berpikir untuk kepentingan sendiri
dapat dipastikan anda akan kehabisan energi dan berbiaya sosial tinggi, karena
anda harus berjuang sendiri dan tentu saja mendapatkan gesekan dari rekan kerja
anda yang memiliki motif yang sama dengan anda, sangat boleh jadi- boro anda
menang dalam kompetisi justru sebaliknya , tersingkirkan secara otomatis.
Di era persaingan yang makin kompetitif ini
eksistensi anda harus benar benar dapat memberikan keberuntungan bagi setiap
indiviu diperusahaan. Hal tersebut bukan hanya persoalan anda berkompeten atau
tidak tetapi lebih daripada anda bisa diterima atau tidak pada lingkungan kerja
anda.
Rekan kerja anda adalah
mitra sukses anda yang dapat memberikan referensi dan rekomendasi kepada
atasan lantaran anda adalah sosok kredible yang disukainya untuk mendapatkan prioritas
promosi jabatan misalnya. Demikian juga kepada costumer yang anda layani mereka
bisa menjadi advocator atau provokator
terhadap keberhasilan karir pekerjaan anda. Semakin anda menjadi pribadi yang disukai
semakin anda menjadi pribadi yang diterima oleh orang lain.
Dimasa kini mengekur kinerja karyawan tidak hanya sebatas gelar akademik dan
keahlian saja melainkan juga harus mempertimbangkan akhlak teruatam dalam
menjalain relasi sosial diperusahaan. Oleh karena itu miliki kompetensi dan
gelar akademik yang dibituhkan namun buktikan dengan akhlak mulia supaya anda
dipercaya dan emnedaptkan promosi karir dikarenakan kepercayaan itu.
Jika memang lingkungan kerja belum mendukung tetaplah berpegangan
pada nialai nilai kebaikan dan kebenaran yang anda yakini, dengan demikian anda
akan dikenal sebagai orang yang”lurus’ dan dapat dibedakan dari karywan lainnya
karena keluhuran budi tersebut.
Segera tentukan apa makna kerja bagi anda , sekedar menumpuk
kekayaan tanpa perlu tahu bagaimana cara mendapatkannya atau anda ingin bekerja
dengan ketentraman tanpa batas, semua kembali kepada anda..?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar