Sabtu, 21 Mei 2016

Tantangan Mukmin C 21 ‘St : Menjadi Rahmatan Lil Alamin di Perusahaan , Mengapa Tidak..?


Kank Hari Asean  HRD Motivator 
“Jika  salah satu dari kalian melihat sesuatu yang mengagumkan dari saudaranya atau dirinya sendiri atau harta nya maka mintalah  keberkahan dari Allah. Karena seseungguhnya mata adalah benar”. HR Ahmad : 15740

Target individual , beban kerja pegawai, key performance indikator (KPI) dan sasaran kinerja pegawai sering dijadikan alasan bahwa pekerjaan terfokus pada individual. Namun bagi seorang muslim hablum minannas ( Human relationship  skill) adalah ukuran mutlak dari keberhasilan ritual ibadah. Lihat saja kaitan iman dan amal shale,  shalat dan zakat, puasa dan takwa serta haji dan perbutan mulia merupakan indikator seorang mukmin tidak hanya boleh mementingkan ibadahnya ritual saja melainkan harus menjadi rahmatan lil alamin , memberikan kotribusi postif kepada lingkungan alam sekitar dengan kasih.


Jika anda bekerja hanya berpikir untuk kepentingan sendiri dapat dipastikan anda akan kehabisan energi dan berbiaya sosial tinggi, karena anda harus berjuang sendiri dan tentu saja mendapatkan gesekan dari rekan kerja anda yang memiliki motif yang sama dengan anda, sangat boleh jadi- boro anda menang dalam kompetisi justru sebaliknya , tersingkirkan secara otomatis.

 Di era  persaingan yang makin kompetitif ini eksistensi anda harus benar benar dapat memberikan keberuntungan bagi setiap indiviu diperusahaan. Hal tersebut bukan hanya persoalan anda berkompeten atau tidak tetapi lebih daripada anda bisa diterima atau tidak pada lingkungan kerja anda.

Rekan kerja anda  adalah  mitra sukses anda yang dapat memberikan referensi dan rekomendasi kepada atasan lantaran anda adalah sosok kredible  yang disukainya untuk mendapatkan prioritas promosi jabatan misalnya. Demikian juga kepada costumer yang anda layani mereka bisa menjadi advocator atau provokator terhadap keberhasilan karir pekerjaan anda.    Semakin anda menjadi pribadi yang disukai semakin anda menjadi pribadi yang diterima oleh orang lain.

Dimasa kini mengekur kinerja karyawan  tidak hanya sebatas gelar akademik dan keahlian saja melainkan juga harus mempertimbangkan akhlak teruatam dalam menjalain relasi sosial diperusahaan. Oleh karena itu miliki kompetensi dan gelar akademik yang dibituhkan namun buktikan dengan akhlak mulia supaya anda dipercaya dan emnedaptkan promosi karir dikarenakan kepercayaan itu.

Jika memang lingkungan  kerja belum mendukung tetaplah berpegangan pada nialai nilai kebaikan dan kebenaran yang anda yakini, dengan demikian anda akan dikenal sebagai orang yang”lurus’ dan dapat dibedakan dari karywan lainnya karena keluhuran budi tersebut.

Segera tentukan apa makna kerja bagi anda , sekedar menumpuk kekayaan tanpa perlu tahu bagaimana cara mendapatkannya atau anda ingin bekerja dengan ketentraman tanpa batas, semua kembali kepada anda..?   


Tidak ada komentar:

Posting Komentar