Sabtu, 14 Mei 2016

Strategi Menanamkan Nilai Nilai Pancasila Sejak Dini Kepada Peserta Didik


“Kank Hari, jika Pancasila hanya sebatas hafalan akan sulit menginternal pada kehidupan anak didik , sehingga anak anak makin jauh dari falsafah  Pancasila sebagai way of life warga negara. Walau  sikap mental Pancasila belum menjadi  ukuran kompetensi kelulusan bagaimana agar peserta didik mengerti arti Pancasila dan menjadi nilai kehidupan sehari hari ..?”

Menanamkan Pancasila kepada peserta sejak dini erat kaitannya dengan pembangunan sikap mental positif terhadap nilai nilai yang terkadung didalam Pancasila.  Oleh karena itu mempersiapkan ukuran keberhasilan sikap mental Pancasila sebagai pembiasaan dan pembentukan karakter siswa sanagat penting .

 Diperlukan seperangkat alat ukur sederhana yang menjadi pedoman pelaksanaan program pembentukan karakter sikap mental Pancasila, sebagai berikut :


1.       Tentukan nilai nilai sederhana yang dapat secara kasat mata  diamati keberhasilan pelaksanaannya disetiap individu anak didik. Contoh Pengamalan Sila Ke Satu dengan  pembiasaan Sholat Dhuha berjamaah  bagi peserta didik muslim. Dapat terukur pada sikap mental siswa   pada pencerminan akhlak mulia  dan perilakunya sebagai wujud penerapan Pengalaman Sila Kedua. Selanjutnya kemampuan anak dalam beradaptasi dan bersosialisasi dalam tugas kelompok  maupun osis dapat menjadi ukuran penerapan Sila Ketiga, dst.

Mengapa  ukuran itu penting..? , dikarenakan sikap mental adalah sesuatu yang lebih banyak tersembunyi didalam  penampilan.  

2.       Berikan stimulasi untuk mengasah kepekaan anak dalam bentuk test perilaku atau treatment yang direncanakan, sehingga respon anak merupakan kepekaannya terhadap situasi dan kondisi suatu keadaan menjadi ukuran kecenderungan anak memahami dan menjiwai pengamalan Pancasila.

3.       Pembelajaran  sikap mental Pancasila bukan sekedar transfer pengetahuan tentang Pancasila dan butir butir pengamalannya, melainkan pembentukan sikap mental merupakan hubungan timbal balik atau sebab akibat dari proses pengamalan Pancasila. Contoh disebabkan guru lebih banyak memberikan keteladanan pengamalann Pancasila maka  akibatnya peserta didik mendapatkan  contoh dan pengalaman belajar Pancasila secara kongkrit .

Dengan demikian proses penanaman sikap mental Pancasila tidak hanya memasuki ranah/domain kognitif –afektif –psikomotor dan konatif melainkan menjadi sistem keyakinan kebangsaan pentingnya penerapan nilai nilai kehidupan bernegara oleh peserta didik sebagai wujud cinta tanah air.

Semakin belia mereka mendapatkan pengalaman pembelajaran pembentukan sikap mental Pancasila semakin kuat tertanam di memori jangka panjang  dan karakter mereka guna mempersiapkan mereka menjadi generasi tangguh di masa depan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar