Jumat, 13 Mei 2016

Gagasan Strategi Pendidikan Budi Pekerti membentuk Karakter Peserta Didik dan Citra Sekolah


“ Kank , mungkinkah pendidikan budi pekerti dihidupkan kembali untuk memperbaiki mentalititas peserta didik, lantas bagaimana penerapannya agar efektif..?”

Ketika berbicara budi pekerti tidak boleh terlepas dari pendidikan akhlak, dengan demikian pendidikan budi pekerti bukan seperangkat materi yang harus diajarkan dengan memaksa masuk kedalam kurikulum , sehingga makin membingungan penerapan dan pelaksanaannya di sekolah. Mengapa demikian..?, karena pendidikan sebenarnya adalah contoh perilaku akhlak dari pendidik kepada peserta didik, yang diwujudkan dari pembiasaan dan pengalaman sehari hari dalam proses pembelajaran.


Berikut langkah langkah yang membantu anda bagaimana mengimplemantasikan “pendidikan budi pekerti “ dalam pengalaman  belajar sehari –hari;

1.       Miliki matrik perencanaan implementasi  pendidikan budi pekerti sebagai identitas (brand identity) penyelenggaraan pendidikan disekolah anda. Setelah itu, kaji lebih dalam tujuan, sasaran dan kunci keberhasilan dari kegiatan tersebut.

2.       Tentukan indikator keberhasilan pendidikan budi pekerti sebagai evaluasi efektifitas kegiatan tersebut:
·         Kognitif: mengukur kemampuan dan daya serap peserta didik untuk tahu ingat dan jalani nilai nilai budi pekerti yang disepakati.
·         Komunikasi: sediakan saluran komunikasi  kepada siswa dan orang tuanya untuk mengukur sejauh mana  efektifitas pendidikan budi pekerti  yang telah dijalankan.
·         Kelas demi kelas: mengukur keberhasilan penerapan pendidikan budi pekerti di setiap kelas, misalnya berkurangnya-nihil  bicara keras , kasar, mengumpat  dan bullying dsb
·          Analisa Dampak Perilaku: mengukur dampak perilaku dari pendidikan budi pekerti dapat meningktkan pengetahuan dan kebanggan memiliki  serta melaksanakan pendidikan budi pekerti pada diri peserta didik.
·         Respons langsung: mengukur respons langsung dari orang tua dan masyarakat tentang dampak pendidikan budi pekerti  terhadap peserta didik dalam perilaku keseharian. Sehingga orang tua mendapatkan added value dan bangga menyekolahkan anaknya ditempat anda .


Penddikan budi pekerti adalah soft skill  yang proses pembelajarannya tidak harus menjadi bagian tersendiri dari kurikulum  lebih bersifat emotional treatment dimana pendidikan budi pekerti bagian dari pendidikan karakter bagi peserta didik. Sekaligus merupakan  identitas penyelenggaraan pendidikan disekolah (brand identity)   yang dapat menaikankan tingat kesadaran masyarakat terhadap pendidikan. Akhirnya  menjadi bagian dari pencitraan publik (brand image) bagi sekolah karena melakasanakan tata kelola pendiddikan budi pekeri secara akuntable.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar