“ Kank , mungkinkah
pendidikan budi pekerti dihidupkan kembali untuk memperbaiki mentalititas
peserta didik, lantas bagaimana penerapannya agar efektif..?”
Ketika berbicara budi pekerti tidak boleh terlepas dari
pendidikan akhlak, dengan demikian pendidikan budi pekerti bukan seperangkat
materi yang harus diajarkan dengan memaksa masuk kedalam kurikulum , sehingga
makin membingungan penerapan dan pelaksanaannya di sekolah. Mengapa demikian..?,
karena pendidikan sebenarnya adalah contoh perilaku akhlak dari pendidik kepada
peserta didik, yang diwujudkan dari pembiasaan dan pengalaman sehari hari dalam
proses pembelajaran.
Berikut langkah langkah yang membantu anda bagaimana
mengimplemantasikan “pendidikan budi pekerti “ dalam pengalaman belajar sehari –hari;
1.
Miliki matrik perencanaan implementasi pendidikan budi pekerti sebagai identitas (brand
identity) penyelenggaraan pendidikan disekolah anda. Setelah itu, kaji lebih
dalam tujuan, sasaran dan kunci keberhasilan dari kegiatan tersebut.
2.
Tentukan indikator keberhasilan pendidikan budi
pekerti sebagai evaluasi efektifitas kegiatan tersebut:
·
Kognitif: mengukur kemampuan dan daya serap
peserta didik untuk tahu ingat dan jalani nilai nilai budi pekerti yang
disepakati.
·
Komunikasi: sediakan saluran komunikasi kepada siswa dan orang tuanya untuk mengukur
sejauh mana efektifitas pendidikan budi
pekerti yang telah dijalankan.
·
Kelas demi kelas: mengukur keberhasilan
penerapan pendidikan budi pekerti di setiap kelas, misalnya berkurangnya-nihil bicara keras , kasar, mengumpat dan bullying dsb
·
Analisa Dampak
Perilaku: mengukur dampak perilaku dari pendidikan budi pekerti dapat
meningktkan pengetahuan dan kebanggan memiliki
serta melaksanakan pendidikan budi pekerti pada diri peserta didik.
·
Respons langsung: mengukur respons langsung dari
orang tua dan masyarakat tentang dampak pendidikan budi pekerti terhadap peserta didik dalam perilaku
keseharian. Sehingga orang tua mendapatkan added value dan bangga menyekolahkan
anaknya ditempat anda .
Penddikan budi pekerti adalah soft skill yang proses
pembelajarannya tidak harus menjadi bagian tersendiri dari kurikulum lebih bersifat emotional treatment dimana pendidikan budi pekerti bagian dari
pendidikan karakter bagi peserta didik. Sekaligus merupakan identitas penyelenggaraan pendidikan disekolah
(brand identity) yang
dapat menaikankan tingat kesadaran masyarakat terhadap pendidikan. Akhirnya menjadi bagian dari pencitraan publik (brand image) bagi sekolah karena
melakasanakan tata kelola pendiddikan
budi pekeri secara akuntable.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar