Selasa, 17 Mei 2016

Qur’an Penyembuhan (1) : Indikator Perilaku Agar Hidup Lebih Bahagia (Sub Conciousness Healing)

Kank Hari Asean HRD Motivator 

1.       Jika anda mudah cemas dan berkeluh kesah, pertanda shalat harus lebih istiqomah.

Janganlah pelit bersedekah justru disaat mendapat kelimpahan rezeki, karena potensi pelit justru muncul saat uang makin bertambah, dan jangan mudah berkeluh kesah saat ditimpa kemalangan karena keluh kesah anda tidak akan pernah mengubah keadaan, berkeluh kesah kepada semua orang hanya membuka kepedihan dan hanya menjatuh harga diri sendiri.   Resah , cemas dan keluh kesah obatnya hanya ada  pada istiqomahnya sholat   simak Al Ma’arij 20-22


2.       Gampang Putus Asa , tanda  kurang bersyukur

Hasrat merasa benar sendiri dan mengingkari kenyataan serta berorientasi menikmati kesenangan adalah potensi manusia ketika memperoleh kemudahan dalam mendapatkan  jabatan kekayaan bahkan meremehkan makna dekat kepada Tuhan, namun disaat semuanya itu berubah menjadi musibah maka putus asa akan menghampiri. Simak QS Al Isra  83.
Artinya jika  anda gampang putus asa sangat mungkin anda masih sulit menerima kenyataan disaat mendapat musibah atau  anda terlalu terlena saat berkelimpahan. Bersegaralah menata hati ...!  

3.       Yang anda takuti  justru bisa  terjadi

Tanpa disadari disaat menghadapi kesulitan anda sering tergesa gesa  berpikir dan   berkata pesimis terhadap kondisi yang sedang anda  hadapi, padahal kondisi yang lebih buruk bakal terjadi bisa terjadi karena anda memang menginginkanya melalui pemikiran dan perkataan pesismis anda tadi. Simak Al Isra 11 . Artinya, dalam kondisi apapun kendalikan  hati untuk senantiasa optimis baik dalam pikiran maupun perkataan agar kondisi menjadi lebih baik.

4.       Cobaan hidup  untuk  ujian loyalitas Ketuhanan  

Bukan hanya kesedihan , kemalangan, musibah, peristiwa buruk  yang bisa mendorong manusia menjadi kecewa , resah ,gelisah dan putus asa .Namun, kesenangan, kewenangan, kegembiraan, kemudahan dan segala macam keindahan yang bisa membuat manusia kehilangan kendali dan kesadaran  sehingga menjadi terlena jiwanya mengalamai kehampaan. Kehadiran ujian baik  duka maupun suka hanya untuk mengukur siapa hamba yang mengenal Tuhannya karena kepadanya kelak akan kembali..Simak Anbiya’ : 35   


 bersambung 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar