“Wahai Khalifah Ali,
saya mempunyai saudara (Ashim bin Ziyad) yang hanya berselimut saja dan tidak
mempedulikan dunia termasuk anak dan keluarganya..?”. Kata A’la Bin Ziyad
al Haritsi .
“Undang dia kemari..!”
Ketika Ashim sudah datang beliau menasehati : ‘Wahai orang yang memusuhi diri sendiri,
engkau bisa sakit jiwa dengan perbuatan jelekmu itu. Tidakkah engkau kasihan
dengan istri dan keluargamu yang dalam
kesulitan dan kesempitan akibat ulahmu..?. Tidak kah engkau pikirkan bahwa Allah telah menghalalkan segala sesuatu yang baik
untukmu sementara Allah sangat membencimu lantaran
kamu tidak dapat memanfaatkan peluang (hal –hal yang baik itu)..!”.
Tidak Mau Kalah Ashim pun menjawab :” Wahai Amirul Mukiminin , tuan sendiri berpakaian sangat sederhana dan
dari bahan yang jelek sementara makanan tuan pun bukan makanan yang enak enak,
lantas bagiamana itu bisa terjadi..?”.
“Oh ya, kamu salah..! Aku tidak seperti kamu, Sebagai seorang pemimpin
jutsru aku sedang menjalankan perintah Allah, sesungguhnya Allah telah mewajibkan
kepada pemimpin pemimpin untuk berbuat adil diantaranya supaya seorang pemimpin
mengukur dirinya dengan orang yang paling lemah dan tidak berdaya diantara
rakyatnya, agar orang fakir dan miskin merasa tidak semakin merana dan menderita
oleh keadaannya”. (Dar al Fikri)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar