“Setelah saya jatuh
dan mengalami kebangkrutan, hingga harus menahan hutang besar, Kank Hari !.
Saya seperti orang gila , namun ketika melihat anak anak dan istri saya yang
sabar , saya bertekad keadaan ini tidak boleh berlarut larut. Saya mulai dari
nol dengan menghubungi pengrajin satu demi satu perlahan tapi pasti roda usaha
saya mulai berputar’. Kata seorang pengusaha bidang ekspor impor kepada
saya beberapa waktu lalu.
Nasehat panjang yang saya dapatkan dari beliau inilah saya
tulis menjadi kesimpulan yang saya
rangkai untuk anda:
1.
Jangan Takut
Resiko, Semakin besar resiko semakin besar keuntungan yang kita raih
Seorang pengusaha sangat piawai dalam calculated risk, karena dalam kehidupan selalu
ada resiko, berdiam diripun ada resiko . Jadi mengapa takut resiko ..
2.
Jika kami dalam kesulitan berupaya lebih keras ,
jangan menyerah..
Disaat menghadapi tantangan kesulitan hanya
ada dua pilihan hadapi atau melarikan diri. Melarikan diri tidak akan pernah
mengatasi masalah justru sebaliknya akan terus berhadapan dengan masalah yang
sama dan masalah baru. Maka tak ada pilihan lain harus dihadapi dengan lebih
berani . Entah memperbanyak kunjungan pelanggan, memanfaatkan jejaring sosial
dsb
3.
Bisa melihat peluang dibalik musibah
Jika iman yang menjadi dasar keberanian
untuk bangkit dari kegagalan maka
ketajaman intuisi bisnis akan mengarahkan mata untuk melihat peluang daripada
sekedar mengeluh dan mengambangkan perasaan tak berdaya.
4.
Asah keahlian. Jangan hanya merenung atau
menyesali masa lalu.
Disaat vakum dari kegiatan bisnis
dikeranakan keadaan memang mengharuskan demikian. Maka fase “tiarap” ini akan
lebih baik untuk meningkatkan keahlian dalam opreasional teknis produksi,
marketing , motivasi diri, belajar pengembangan diri dan menambah wawasan. Agar
saat krisis berlalu anda bisa melesat lebih cepat dan lebih jauh.
5.
Bersyukurlah dengan ikhlas, mengingkari
kenyataan hanya menambah kekecewaan.
Bagaimanapun juga hal penting yang tidak
boleh dilupakan adalah persiapan mental menghadapi ketidak pastian. Mengingkari
kenyataan dan bermimpi indah tentang kondisi ideal hanya akan membuat anda
semakin terpuruk dalam kekecewaan. Tak ada kata lain untuk menghadapinya
adalah dengan bersyukur secara ikhlas, bahwa anda masih diberi kesempatan untuk
mengasah diri.
Tak ada yang dapat dipastikan didunia ini namun anda bisa memastikan
kesiapan mental menghadapi ketidak pastian itu, dengan demikian andalah yang
menjadi pemenangnya. Samar samar saya mendengar lagu Pengabdian karya Rhoma
Irama, “Hidup laksana satu jalan berlembah ngarai dan likuan, penuh onak duri
melintang , hidup memang penuh tantangan......... “

Tidak ada komentar:
Posting Komentar