Jumat, 13 Mei 2016

Mental Wirausaha : Bangkit dari Kegagalan, Hadapi Ketidak Pastian

“Setelah saya jatuh dan mengalami kebangkrutan, hingga harus menahan hutang besar, Kank Hari !. Saya seperti orang gila , namun ketika melihat anak anak dan istri saya yang sabar , saya bertekad keadaan ini tidak boleh berlarut larut. Saya mulai dari nol dengan menghubungi pengrajin satu demi satu perlahan tapi pasti roda usaha saya mulai berputar’. Kata seorang pengusaha bidang ekspor impor kepada saya beberapa waktu lalu.

Nasehat panjang yang saya dapatkan dari beliau inilah saya tulis menjadi  kesimpulan yang saya rangkai untuk anda:


1.        Jangan Takut Resiko, Semakin besar resiko semakin besar keuntungan yang kita raih

Seorang pengusaha sangat piawai dalam calculated risk, karena dalam kehidupan selalu ada resiko, berdiam diripun ada resiko . Jadi mengapa takut resiko ..

2.       Jika kami dalam kesulitan berupaya lebih keras , jangan menyerah..

Disaat menghadapi tantangan kesulitan hanya ada dua pilihan hadapi atau melarikan diri. Melarikan diri tidak akan pernah mengatasi masalah justru sebaliknya akan terus berhadapan dengan masalah yang sama dan masalah baru. Maka tak ada pilihan lain harus dihadapi dengan lebih berani . Entah memperbanyak kunjungan pelanggan, memanfaatkan jejaring sosial dsb

3.       Bisa melihat peluang dibalik musibah

Jika iman yang menjadi dasar keberanian untuk bangkit dari kegagalan  maka ketajaman intuisi bisnis akan mengarahkan mata untuk melihat peluang daripada sekedar mengeluh dan mengambangkan perasaan tak berdaya.  

4.       Asah keahlian. Jangan hanya merenung atau menyesali masa lalu.  

Disaat vakum dari kegiatan bisnis dikeranakan keadaan memang mengharuskan demikian. Maka fase “tiarap” ini akan lebih baik untuk meningkatkan keahlian dalam opreasional teknis produksi, marketing , motivasi diri, belajar pengembangan diri dan menambah wawasan. Agar saat krisis berlalu anda bisa melesat lebih cepat dan lebih jauh.

5.       Bersyukurlah dengan ikhlas, mengingkari kenyataan  hanya menambah kekecewaan.

Bagaimanapun juga hal penting yang tidak boleh dilupakan adalah persiapan mental menghadapi ketidak pastian. Mengingkari kenyataan dan bermimpi indah tentang kondisi ideal hanya akan membuat anda semakin terpuruk dalam kekecewaan. Tak ada kata lain untuk menghadapinya adalah dengan bersyukur secara ikhlas, bahwa anda masih diberi kesempatan untuk mengasah diri.

Tak ada yang dapat dipastikan didunia ini namun anda bisa memastikan kesiapan mental menghadapi ketidak pastian itu, dengan demikian andalah yang menjadi pemenangnya. Samar samar saya mendengar lagu Pengabdian karya Rhoma Irama,  “Hidup laksana satu jalan berlembah ngarai dan likuan, penuh onak duri melintang , hidup memang penuh tantangan......... “


Tidak ada komentar:

Posting Komentar