Menilai keberhasilan proses pembelajaran memang beragam
ukurannya, sekolah bisa dikatakan sukses mencetak peserta didik memiliki
prestasi semestinya relatif ukurannnya. Ada sekolah yang pantas difavoritkan
karena seluruh lulusannya berhasil melanjutkan kejenjang berikutnya berkat
prestasi akademik yang telah diraihnya. Misalnya prosentase tinggi lulusannya yang diterima di sekolah negeri
atau perguruan tinggi negeri. Sehingga sekolah dianggap sukses memberikan jalan
mulus melalui proses mencetak prestasi
akademik bagi perjalanan karir pendidikan peserta didik .
Namun sekolah juga
patut dihargai jika menegakkan integritas sekolahnya melalui pembentukan mengembangkan
potensi keberkatan siswa sehingga mencapai prestasi tingkat nasional maupun
internasional. Meskipun mungkin saja belum banyak lulusan yang memiliki prestasi akademik
yang membanggakan dikarenakan lebih berprestasi dibidang non akademik. Atau bagaimana sebuah sekolah mempertahankan karakter
peserta didik , seperti jujur , berakhlak dan akhlak mulia sebagai positioning manajemen berbasis sekolah
(MBS).
Segi kepuasan belajar siswa , ada proses pembelajaran yang mengagumkan karena secara
konsisten bisa menciptakan proses pembelajaran yang membuat siswa betah berlama
lama disekolah dan mersa puas dengan pembelajaran yang diselenggarakan melebihi
dari ekspektasi peserta didik sebelum mendapatkan pembelajaran. Sebagai konsultan peningkatan mutu pendidikan Indonesia saya
menilai bahwa untuk mengukur keberhasilan sebuah kegiatan pembelajaran semestinya
treatment kepada setiap individual peserta didik berbeda beda sesuai potensi
keberbakatan yang dimilikinya jika menginginkan prestasi puncak yang diraih
siswa.
Untuk anak yang berprestasi dibidang akademik prestasi yang
diraih bisa berupa rangking pertama , juara OSN atau olimpiade lainnya serta
diterima sekolah negeri pilihan pada jenjang berikutnya. Sekolah telah
mempersiapkan dan menyelenggarakan treatment secara khusus untuk anak berbakat
akademik dengan kelas kelas khusus.
Sedangkan untuk anak anak yang berbakat secara non akademik
semestinya disediakan wadah bagai pengembangan kompetensi keberbakatan tanpa
mengkesampingkan proses pembelajaran akademik sebagaimana mestinya. Bersambung

Tidak ada komentar:
Posting Komentar