Selasa, 17 Mei 2016

Positioning MBS Pendidikan Prestasi dan Karakter (1): Kembangkan Potensi Unik Anak Didik

  
Menilai keberhasilan proses pembelajaran memang beragam ukurannya, sekolah bisa dikatakan sukses mencetak peserta didik memiliki prestasi semestinya relatif ukurannnya. Ada sekolah yang pantas difavoritkan karena seluruh lulusannya berhasil melanjutkan kejenjang berikutnya berkat prestasi akademik yang telah diraihnya. Misalnya prosentase tinggi  lulusannya yang diterima di sekolah negeri atau perguruan tinggi negeri. Sehingga sekolah dianggap sukses memberikan jalan mulus melalui proses mencetak  prestasi akademik bagi perjalanan karir pendidikan peserta didik .

 Namun sekolah juga patut dihargai jika menegakkan integritas sekolahnya melalui pembentukan mengembangkan potensi keberkatan siswa sehingga mencapai prestasi tingkat nasional maupun internasional. Meskipun mungkin saja belum  banyak lulusan yang memiliki prestasi akademik yang membanggakan dikarenakan lebih berprestasi dibidang non akademik.  Atau bagaimana sebuah sekolah mempertahankan karakter peserta didik , seperti jujur , berakhlak dan akhlak mulia sebagai positioning manajemen berbasis sekolah (MBS).


Segi kepuasan belajar siswa , ada proses   pembelajaran yang mengagumkan karena secara konsisten bisa menciptakan proses pembelajaran yang membuat siswa betah berlama lama disekolah dan mersa puas dengan pembelajaran yang diselenggarakan melebihi dari ekspektasi peserta didik sebelum mendapatkan  pembelajaran. Sebagai konsultan  peningkatan mutu pendidikan Indonesia saya menilai bahwa untuk mengukur   keberhasilan sebuah kegiatan pembelajaran semestinya treatment kepada setiap individual peserta didik berbeda beda sesuai potensi keberbakatan yang dimilikinya jika menginginkan prestasi puncak yang diraih siswa.   

Untuk anak yang berprestasi dibidang akademik prestasi yang diraih bisa berupa rangking pertama , juara OSN atau olimpiade lainnya serta diterima sekolah negeri pilihan pada jenjang berikutnya. Sekolah telah mempersiapkan dan menyelenggarakan treatment secara khusus untuk anak berbakat akademik dengan kelas kelas khusus.

Sedangkan untuk anak anak yang berbakat secara non akademik semestinya disediakan wadah bagai pengembangan kompetensi keberbakatan tanpa mengkesampingkan proses pembelajaran akademik sebagaimana mestinya. Bersambung  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar