Rabu, 18 Mei 2016

Parenting C 21 ‘st .Membangkitkan Daya Saing Unggul Remaja (Competitive Advantage For Teen)


Momo In
Bagi mama/papa yang paling penting kamu bisa masuk sekolah negeri dan perguruan tinggi negeri , tidak terlalu penting apakah kamu menjadi juara ini/ juara itu kalau sekolah mu tidak negeri mungkin nasibmu menjadi tidak lebih baik”.  Kata salah satu orang tua siswa yang putranya mengalami penurunan nilai akademik dan tidak lolos SNMPTN.

Kendala yang dihadapi remaja adalah ketidak berdayaan menghadapi  orang tua yang selalu berpikir bahwa prestasi akademik adalah segalanya, dikarenakan lingkungan sekitar memang menunjukkan fakta yang demikian. Sementara anak memiliki mimpi , minat dan talent yang dikarenakan tidak diakomodasi interst nya menjadi mengembangkan “mekanisme ego”  membangkang, melawan, atau menentang sehingga kedua prestasi yang semestinya bisa diraih menjadi dua duanya  tidak berprestasi.


Padahal jika perlakuan orang tua tepat maka hasilnya menjadi luar biasa prestasi keberbakatan dapat mencapai puncak sedangkan prestasi akademiknyapun tidak terkalahkan.   Contoh artis yang memiliki prestasi akademik luar biasa adalah Cinta Laura, Agnes Mo,Gita Gutawa dsb.

Orang tua abad 21 tidak hanya memaksakan anaknya memiliki prestasi akademik yang membanggakan namun juka memikirkan kompetensi dan karakter jangka panjang anaknya.  Diantaranya

1.        Kembangkan bakat anak karena keberbakatan anak adalah keunikan dan keunggulan individu yang merupakan  identitas anak jika dikembangkan dengan optimal . ketika menyebut nama  Bambang Pamungkas kita tentu ingat sepak bola, ketika menyebut Christ Jhon kita ingat petinju, ketika kita menyebut Chairul Tanjung kita ingat pengusaha sukses , dst. Olah karena itu mengembangkan potensi keberbakatan anak merupakan strategi meningkatkan daya saing nya .  

2.       Jangan biarkan hanya ikut ikutan. Minat memang bisa tumbuh karena ikut ikutan trend yang sedang berkembang , namun minat akan segera luntur jika anak tidak memiliki passion dan usaha yang sungguh sungguh menggapai mimpinya.  Jika banyak artis besar identik dengan artis yang sudah terkenal terlebih dulu setidaknya artis tersebut memiliki karekter kuat yang dapat dikenali oleh penggemarnya , tokoh panutan hanya sebagai tokoh inspiratif bagai kemajuan karirnya demikian juga pada profesi yang lainnya.  Ajak anak mengenali potensi diri dan menjadi dirinya sendiri sekaligus percaya diri dengan keunikannya , sehingga tidak asal ikut ikutan karena inilah anak lebih mudah mendepatkan keunggulan bersaingnya.

3.       Biarkan anak berjuang mandiri. Daya saing terbangun karena kompetensi nyata yang dimiliki anak , sedangkan kompetensi adalah upaya sungguh sungguh yang dilakukan anak untuk mencapai kemampuannya itu. Oleh karena itu jika anak mendapatkan kesulitan dan  tantangan yang menjadi kewajibannya semestinya harus dibiarkan oleh orang tua, agar anak menjadi lebih bijak dan menemukan solusi dari tantangan yang diahapinya. 
  
4.       Nikmati prosesnya. Kegagalan, kekalahan dan kesalahan anak dalam  sebuah kompetisi adalah proses pembelajaran yang bermakna bagi anak. Pengalaman gagal , kalah dan salah akan membuat anak akan terus berupaya menyempurnakan latihan  dan usahanya  untuk sukses tugas orang tua adalah membesarkan hati anak agar tidak mudah menyerah oleh keadaan.

Dimasa depan pilihan karir itu beragam, dunia profesi yang dihadapi para remaja juga sudah berubah sehingga hanya mempertahankan cara cara kuno untuk mendidika anak yang berorientasi pada prestasi akademik saja , apalagi jika tidak sesuai potensi dan kompetensi anak sama dengan menjerumuskannya kedalam kesulitan yang lebih dalam. Olehkarena itu orang tua perlu mengenali minat bakatkebutuhan dan keinginan anak dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya agar anak berperstasi dan berdaya saing unggul     



Tidak ada komentar:

Posting Komentar