![]() |
| Momo In |
“Bagi mama/papa yang paling penting kamu bisa masuk sekolah
negeri dan perguruan tinggi negeri , tidak terlalu penting apakah kamu menjadi
juara ini/ juara itu kalau sekolah mu tidak negeri mungkin nasibmu menjadi
tidak lebih baik”. Kata salah satu orang
tua siswa yang putranya mengalami penurunan nilai akademik dan tidak lolos
SNMPTN.
Kendala yang dihadapi remaja adalah ketidak berdayaan
menghadapi orang tua yang selalu
berpikir bahwa prestasi akademik adalah segalanya, dikarenakan lingkungan
sekitar memang menunjukkan fakta yang demikian. Sementara anak memiliki mimpi ,
minat dan talent yang dikarenakan tidak diakomodasi interst nya menjadi mengembangkan “mekanisme ego” membangkang, melawan, atau menentang sehingga
kedua prestasi yang semestinya bisa diraih menjadi dua duanya tidak
berprestasi.
Padahal jika perlakuan orang tua tepat maka hasilnya menjadi
luar biasa prestasi keberbakatan dapat mencapai puncak sedangkan prestasi akademiknyapun tidak terkalahkan. Contoh artis yang memiliki prestasi akademik
luar biasa adalah Cinta Laura, Agnes Mo,Gita Gutawa dsb.
Orang tua abad 21 tidak hanya memaksakan anaknya memiliki
prestasi akademik yang membanggakan namun juka memikirkan kompetensi dan
karakter jangka panjang anaknya.
Diantaranya
1.
Kembangkan bakat anak karena keberbakatan anak
adalah keunikan dan keunggulan individu yang merupakan identitas anak jika dikembangkan dengan
optimal . ketika menyebut nama Bambang Pamungkas kita tentu ingat sepak bola, ketika
menyebut Christ Jhon kita ingat petinju, ketika kita menyebut Chairul Tanjung
kita ingat pengusaha sukses , dst. Olah karena itu mengembangkan potensi
keberbakatan anak merupakan strategi meningkatkan daya saing nya .
2.
Jangan biarkan hanya ikut ikutan. Minat memang
bisa tumbuh karena ikut ikutan trend yang sedang berkembang , namun minat akan
segera luntur jika anak tidak memiliki passion dan usaha yang sungguh sungguh
menggapai mimpinya. Jika banyak artis besar
identik dengan artis yang sudah terkenal terlebih dulu setidaknya artis
tersebut memiliki karekter kuat yang dapat dikenali oleh penggemarnya , tokoh
panutan hanya sebagai tokoh inspiratif bagai kemajuan karirnya demikian juga
pada profesi yang lainnya. Ajak anak
mengenali potensi diri dan menjadi dirinya sendiri sekaligus percaya diri
dengan keunikannya , sehingga tidak asal ikut ikutan karena inilah anak lebih
mudah mendepatkan keunggulan bersaingnya.
3.
Biarkan anak berjuang mandiri. Daya saing
terbangun karena kompetensi nyata yang dimiliki anak , sedangkan kompetensi
adalah upaya sungguh sungguh yang dilakukan anak untuk mencapai kemampuannya
itu. Oleh karena itu jika anak mendapatkan kesulitan dan tantangan yang menjadi kewajibannya semestinya
harus dibiarkan oleh orang tua, agar anak menjadi lebih bijak dan menemukan
solusi dari tantangan yang diahapinya.
4.
Nikmati prosesnya. Kegagalan, kekalahan dan kesalahan
anak dalam sebuah kompetisi adalah
proses pembelajaran yang bermakna bagi anak. Pengalaman gagal , kalah dan salah
akan membuat anak akan terus berupaya menyempurnakan latihan dan usahanya untuk sukses tugas orang tua adalah
membesarkan hati anak agar tidak mudah menyerah oleh keadaan.
Dimasa depan pilihan karir itu
beragam, dunia profesi yang dihadapi para remaja juga sudah berubah sehingga
hanya mempertahankan cara cara kuno untuk mendidika anak yang berorientasi pada
prestasi akademik saja , apalagi jika tidak sesuai potensi dan kompetensi anak
sama dengan menjerumuskannya kedalam kesulitan yang lebih dalam. Olehkarena itu
orang tua perlu mengenali minat bakatkebutuhan dan keinginan anak dalam
mengembangkan potensi yang dimilikinya agar anak berperstasi dan berdaya saing
unggul

Tidak ada komentar:
Posting Komentar