Minggu, 22 Mei 2016

Intrik : Waspadai ciri ciri TTM (Teman Tapi Musuh) di Kantor Anda


Kank Hari Asean HRD Motivator
“Wah hebat apa yang kamu lakukan tadi bisa membuat orang orang terpesona dengan capaian tim kita..!” Namun setelah anda tidak bersama dirinya kalimat negatif yang justru keluar dari mulutnya seperti, “ah dia itu cuma cari muka saja kepada atasan supaya di perhatikan...!”. Orang seperti ini sangat sulit terdeteksi sebagai rekan kerja yang baik dikarenakan, seakan akan baik tapi jutru sebaliknya..! . Beberapa tip berikut ini akan meredam  iklim persaingan tidak sehat di perusahaan.

1.        Banggakan prestasi, bisa datangkan rasa iri



Ada baiknya jangan terlalu banyak promo prestasi yang telah anda raih kepada banyak orang, bukannya akan mendatangkan pujian malah sebaliknya menumbuhkan rasa iri yang bisa berakibat sebagai bom waktu yang bisa menghancurkan karir anda .  Dapat dipastikan mereka yang iri akan membidik kekurangan diri anda atau kesalahan kecil yang anda lakukan sebagai senjata untuk menjatuhkan anda.  Jadi kalaupun harus pamer prestasi lakukan saat pencarian kandidat pegawai berprestasi.

2.       Miliki job description jelas dengan SOP yang tertulis

Sekilas terpaku pada SOP atau uraian tugas yang harus dilaksanakan secara individual itu memang egois, namun dalam situasi tertentu justru hal ini bermanfaat.  Terutama jika berhadapan dengan situasi kerja yang membuat kabur pandangan dalam relasi  antara musuh dan teman. Membawa seperangkat uraian kerja yang harus dilaksankan akan lebih baik dikarenakan jika mendapat serangan balik , atau adu domba dari pihak yang tidak senang setidaknya anda telah menyelesaikan kewajiban menjalankan tugas secara profesional.

3.       Lebih fokuslah  bekerja daripada meladeni  gosip

Salah satu ciri ciri  teman tapi musuh (TTM) adalah suka membicarakan  kekurangan atasan dengan seakan akan berpihak kepada anda  untuk memancing  respon anda , padahal dia memang menjadi CCTV alias informan atasan untuk keuntungan pribadinya. Oleh karena itu berfokus pada beban kerja yang harus anda secara professional lebih menyelamatkan reputasi anda dibanding ikut ikutan gosip tidak jelas dikantor.

4.       Klarifikasi kesalah fahaman

Rasa tidak suka dan kecemburuan  seringkali timbul karena kurang kenal secara dekat. Bukankah ada pepatah belum kenal maka tak sayang , kesalah fahaman terjadi karena gagal faham terhadap persepsi yang dikembangkan sendiri.  Segera klarifikasi jika ada konflik yang terjadi, kesampingkan perlakuannya yang tidak baik, fokuslah untuk mendudukan persoalan pada tempat sebenarnya  dengan data , fata yang akurat, setidaknya anda telah menjalankan perintah “sambunglah tali siturahmi kepada orang yang telah memutuskannya darimu... “


Dimanapun anda bekerja iklim kompetisi dengan personal TTM dapat dipastikan akan selalu ada, tinggal bagaimana anda berkolaborasi dengannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar