![]() |
| Kank Hari Asean HRD Motivator |
“Wah hebat apa yang
kamu lakukan tadi bisa membuat orang orang terpesona dengan capaian tim kita..!”
Namun setelah anda tidak bersama dirinya kalimat negatif yang justru keluar
dari mulutnya seperti, “ah dia itu cuma cari
muka saja kepada atasan supaya di perhatikan...!”. Orang seperti ini sangat
sulit terdeteksi sebagai rekan kerja yang baik dikarenakan, seakan akan baik
tapi jutru sebaliknya..! . Beberapa tip berikut ini akan meredam iklim persaingan tidak sehat di perusahaan.
1.
Banggakan
prestasi, bisa datangkan rasa iri
Ada baiknya jangan terlalu banyak promo
prestasi yang telah anda raih kepada banyak orang, bukannya akan mendatangkan
pujian malah sebaliknya menumbuhkan rasa iri yang bisa berakibat sebagai bom
waktu yang bisa menghancurkan karir anda . Dapat dipastikan mereka yang iri akan membidik
kekurangan diri anda atau kesalahan kecil yang anda lakukan sebagai senjata
untuk menjatuhkan anda. Jadi kalaupun
harus pamer prestasi lakukan saat pencarian kandidat pegawai berprestasi.
2.
Miliki job
description jelas dengan SOP yang tertulis
Sekilas terpaku pada SOP atau uraian tugas
yang harus dilaksanakan secara individual itu memang egois, namun dalam situasi
tertentu justru hal ini bermanfaat. Terutama
jika berhadapan dengan situasi kerja yang membuat kabur pandangan dalam relasi antara musuh dan teman. Membawa seperangkat
uraian kerja yang harus dilaksankan akan lebih baik dikarenakan jika mendapat
serangan balik , atau adu domba dari pihak yang tidak senang setidaknya anda
telah menyelesaikan kewajiban menjalankan tugas secara profesional.
3.
Lebih fokuslah bekerja daripada meladeni gosip
Salah satu ciri ciri teman tapi musuh (TTM) adalah suka
membicarakan kekurangan atasan dengan
seakan akan berpihak kepada anda untuk
memancing respon anda , padahal dia
memang menjadi CCTV alias informan atasan untuk keuntungan pribadinya. Oleh
karena itu berfokus pada beban kerja yang harus anda secara professional lebih
menyelamatkan reputasi anda dibanding ikut ikutan gosip tidak jelas dikantor.
4.
Klarifikasi kesalah fahaman
Rasa tidak suka dan kecemburuan seringkali timbul karena kurang kenal secara
dekat. Bukankah ada pepatah belum kenal maka tak sayang , kesalah fahaman
terjadi karena gagal faham terhadap persepsi yang dikembangkan sendiri. Segera klarifikasi jika ada konflik yang
terjadi, kesampingkan perlakuannya yang tidak baik, fokuslah untuk mendudukan
persoalan pada tempat sebenarnya dengan
data , fata yang akurat, setidaknya anda telah menjalankan perintah “sambunglah tali siturahmi kepada orang yang
telah memutuskannya darimu... “
Dimanapun anda bekerja iklim kompetisi dengan personal TTM
dapat dipastikan akan selalu ada, tinggal bagaimana anda berkolaborasi
dengannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar