![]() |
| Kank Hari Host Ragam Pendidikan |
“Jika
berkenan senang sekali saya bisa wawacara dengan bapak..”,
begitulah “permohonan” saya kepada Bapak Indartato Bupati Pacitan, saat
diundang di rumah dinas Kabupaten Pacitan untuk breakfast bersama pejabat terkait, Sekalipun tidak ada di naskah , saya pikir,
hal ini adalah momen istimewa yang tidak boleh dibiarkan lewat begitu saja.
Maka sambil menikmati hidangan sarapan pagi
yang telah dipersiapkan , bersama crew
TVRI , kami prepare untuk persiapan wawancara dengan Bapak
Bupati Pacitan. Sambil lirik kanan –kiri mencari view yang menarik untuk lokasi wawancara.
Tentu saja kehadiran
kami untuk wawancara dadakan ini menyenangkan bagi saya sekaligus harus didiskusikan dengan ajudan
atau staff tentang materi apa saja yang akan ditanyakan, terkait dengan ketersedian
dan kelengkapan data yang harus disampaikan. Walaupun saat wawancara semuanya
mengalir lancar begitu saja tidak se “sibuk “ yang dibayangkan. Apa yan harus
saya lakukan saat itu:
1.
Host
adalah
wakil dari pemirsa
Perencanaan
wawancara sudah saya setting di benak saya urutan dan materi yang harus
ditanyakan , karena saya memang tidak ingin pegang naskah pertanyaan saat
syuting berlangsung sepanjang apapun wawancaranya, spontan lebih mengena..?.
pertanyaan yang rancang bukan pertanyaan kritis yang menyudutkan , karena
seorang host adalah wakil dari
pemirsa, pertanyaan biasanya yang dibutuhkan penonton televisi berkaitan dengan terminologi program, alasan
mengapa program itu ada dan bagaimana cara melaksanakan serta seperti apa hasilnya.
Saya yakin bahwa seorang Kepala Daerah adalah seorang leader yang problem solver
dengan segala macam persoalan didaerahnya serta solution oriented. Jadi lebih
cair suasana wawancara bersama beliau.
2. Empati , jadilah seakan akan seperti cara
berpikir seorang Bupati
Dengan
memahami dan bisa mengerti dari sudut siapa yang kita wawancarai maka mendorong
saya untuk benar benar menguasi materi pertanyaan, karena rasa percaya diri
akan muncul jika kita memahami dan menguasai apa yang kita akan tanyakan. Dalam
konteks host, penguasaan tata bahasa yang saya gunakan, timing bertanya ,
merespon dan menjawab, apa yang tidak semestinya saya tanyakan dan kebutuhan
nara sumber untuk menyampaikan yang ingin disampaikan. Dengan demikian diskusi
menjadi gayeng sekaligus berpengaruh terhadap rasa percaya diri dengan “petinggi
daerah “.
3. Win Win Solution Perspective
Siapa
pun pasti senang jika kehadiran orang lain dirasakan membantu kepentingannya. Demikian
juga seorang host harus dapat diperspsi mendatangkan manfaat dan bukan ancaman bagi
nara sumber yang akan diwawancarainya . Persepektif win win solution yang saya
kembangkan adalah dengan berpikir dan bertindak dalam proses wawancara secara
persuasif. Dan Nara sumber merasa nyaman dengan cara persuasif ini lantaran
host dipandang sangat maturity dalam
penguasaan materi
Selanjutnya tentu saja
saya sangat bersyukur kepada Allah SWT karena diberikan kesempatan wawancara
degan orang nomor satu di Pacitan sekaligus tentu saja saya juga berterimakasih
kepada Bapak Indartato selaku Bupati Pacitan yang secara rendah hati berkenan memberikan
kesempatan wawancara kepada saya.
Berikut Wawancaranya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar