Sabtu, 30 April 2016

The Best Practice Parenting Skill : Kiat Memotivasi Anak Tampil Percaya Diri Berpidato (Public Speaking Skill for Kids )


“Kank, bagaimana sih bisa memiliki anak yang bisa  percaya diri saat berceramah seperti Indi itu...”,  Disampaikan seorang ibu beberapa waktu lalu kepada saya usai mengikuti siraman rohani dimana Indi didaulat menjadi dai’ cilik disebuah hotel.

Berbicara rasa percaya diri anak sangat bergantung bagaimana cara orang tua memperlakukan anak bersangkutan alias pola asuh seperti apa yang dikembangkan. Dikarenakan perlakuan orang tua dan pola asuh yang dikembangkan menentukan  bagaimana anak tersebut membentuk rasa percaya dirinya. Rasa percaya diri anak adalah cara pandang anak terhadap dirinya sendiri bahwa dia memiliki keyakinan terhadap diri sendiri dan segala sesuatu yang bisa dilakukannya. Jika dikaitkan dengan kemampuan public speaking anak,  maka ada beberapa catatan yang mesti dilakukan  seperti berikut ini:


1.         Ajak anak  meyaksikan secara langsung praktek public speaking

Kemampuan public speaking adalah kemampuan yang bisa dipelajari, oleh karena itu pada usia anak anak perlu ditunjukan role model , tokoh panutan, orang kesayangan dan idola anak yang terbiasa mengembangkan public speaking skill baik secara langsung maupun melalui video, dengan demikian anak menyadari  dan memiliki persepsi bahwa public speaking bukan sesuatu yang sulit dan menakutkan tetapi menyenangkan dan mudah dilakukan.  Dalam hal ini Indi sering meyaksikan saya secara langsung  saat saya  didaulat menjadi lecturer dari berbagai seminar maupun workshop, dikarenakan sengaja sering ajak baik sebagai asisten atau  teman bicara dalam perjalanan menuju lokasi.

2.        Setiap anak ingin menunjukkan “prestasi” dan menyenangkan orang tuanya

Anak anak lebih mudah dilatih jika suasana hatinya senang tidak ada tekanan tidak ada kemarahan dan tidak ada paksaan, sepanjang saya bersama istri melatih Indi  untuk hafalan panjang dari materi ceramahnya , alias kultum tapi lebih dari tujuh menit, kami beruapaya untuk tidak membuat ini stress karea perasan tertekan , namun sebaliknya justru saya buat hatinya riang, logika sederhananya jika hatinya riang lebih  mudah menghafal.

Bukan hanya Indi, saya sendiri yang berpengalaman bertahun tahun menjadi public speaker persiapan menuju kompetisi atau penampilan berpidato sering membuat  gelisah atau cemas bagi diri sendiri  bahkan bisa frustrasi jika materi belum dikuasai sementara deadline kian mendekat. Kita memang harus melindungi anak anak  dari rasa frustrasinya jika ingin anak berhasil secara optimal. 

Jika kedua hal tersebut sudah bisa anda atasi maka langkah selanjutnya adalah melatih secara teknis seperti , bagaimana menghafal ,  cara berbicara, ekspresi  maupun menguasai audience. Semoga bermanfaat.

Berikut contoh praktisnya:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar